Bayar Sesuai Tagihan

Nabung Dapat Income

Senin, 18 Mei 2009

Membangun Sikap Mental Pantang Menyerah

1. Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama pertama yg paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan menyadarinya , Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.

2. motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikanlah artis, atlit,karyawan dapat menajak karirnya karena berprestasi, mereka umumnya memperjuangkan apa yg ingin diraihnya dengan daya dan upaya yg optimal. Sebaliknya , orang2 yg mudah menyerah , frustasi dan mudah putus asa adalah orang2 yg gagal.

3. Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yg Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif dibandingkan bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli , orang yg optimis mempunyai kemungkinan yg lebih besar untuk berhasil dibanding orang yg pesimis. Mengapa ? Karena keyakinan yg positif akan mempengaruhi mental dan fisik secar signifikan untuk mendapatkan apa yg di yakininya.

4. Arahkan mata Anda pada tujuan , bukan pada hambatan . Bila Anda memandang pada tujuan , maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya , bila Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang.

5. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap , Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak berani mengambil resiko , tentu saja Anda berada pada tempat yg aman , namun Anda tidak akan berkembang.

6. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian .Anggaplah tantangan sebagai “Sparring Pathner” yg akan membuat Anda semakin kuat , bukan sebagai raksasa yg menelan Anda. Semakin banyak tantangan , semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.

7. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah daridari kegagal itu agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.

8. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai “kegigihan” . Ingatlah filsofi air yg bisa melubangi batu dengan tetesan yg terus terus-menerus.

9. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas , Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaiman cara mengatasinya. carilah jalur alternatif !

10. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa hrus mengalaminya sendiri. Dengan cara itu Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yg sangat berharga.

Minggu, 17 Mei 2009

Bagaimana cara menangani kelemahan diri?

Sadarilah bahwa setiap diri kita unik, begitulah kesimpulan Gallup atas 2 juta wawancara yang dituangkan dalam buku Now, Discover Your Strength. Kita memiliki kelemahan sekaligus kekuatan. Kita perlu berfokus pada kekuatan kita dan memaksimalkannya untuk meraih tujuan.

Lalu bagaimana dengan kelemahan kita? Kelemahan bukan untuk diingkari, namun untuk dikelola. Ada 5 cara untuk mengelola kelemahan :

  1. meningkatkan kemampuan diri di bidang yang kita lemah. Misalnya kita takut presentasi di depan banyak orang, maka kita bisa mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan presentasi kita.
  2. membuat sistem pendukung. Kalaupun Anda masih takut presentasi, maka Anda bisa membuat meteri presentasi yang indah, misalnya memakai Power Point yang didukung multimedia baik film, kartun, musik, dll. Dengan demikian kelemahan dalam presentasi secara langsung dapat dikompensasi dengan material yang membuat takjub penonton.
  3. menggunakan kekuatan untuk mengatasi kelemahan. Ada sebuah kisah tentang seorang konsultan bernama Mike yang gagap. Dia selalu kesulitan berbicara ke orang lain. Suatu ketika sekolahnya menunjuk dia untuk memberi sambutan dalam suatu forum. Dia dipilih karena suatu kriteria baku di sekolah itu, tanpa memperhatikan bahwa sebenarnya dia gagap. Semua temannya mengira bahwa dia akan gagal tampil di depan forum. Ajaib, ternyata Mike bisa tampil sempurna. Ternyata Mike punya kekuatan yang sebelumnya dia sendiri tidak sadari, yaitu senang tampil di depan khalayak banyak. Saat tampil di depan khalayak banyak, secara aneh otaknya mampu bekerja dengan lebih baik sehingga dia dapat menyusun kata-kata dengan lancar. Akhirnya dia menyadari keunikan dirinya tersebut, maka bial dia berbicara kepada seseorang atau lewat telpon, dia selalu membayangkan sedang berbicara di hadapan 200 orang! Dengan demikian dia bisa menangani kegagapannya.
  4. menemukan mitra. Cara yang paling baik untuk menangani kelemahan adalah bekerja secara tim dengan orang yang merupakan komplemen Anda. kalau Anda punya teman yang jago pidato, minta saja dia yang presentasi.
  5. berhenti saja melakukan hal yang menuntut hal lemah Anda. Mengapa harus tersiksa dengan pekerjaan yang bukan natural talenta Anda? Kalau Anda merasa sulit untuk memberi presentasi, cari saja pekerjaan lain yang lebih sesuai, misalnya administrasi atau penelitian yang tidak memerlukan sering berhubungan dengan orang.

Kelemahan kita tak akan berbahaya kalau kondisi yang kita hadapi tak menuntut kemampuan itu. Anda tidak perlu jago berenang dan memanjat pohon kalau pekerjaan Anda adalah programmer komputer. Sebaliknya Anda tak perlu punya kemampuan pidato yang mengesankan kalau Anda adalah seorang tentara. Kalaupun Anda adalah tentara yang pandai pidato, maka itu sekedar nilai plus seperti halnya seorang tentara yang pintar bernyanyi karaoke.

Jumat, 15 Mei 2009

Bekerja Bukan Sekedar Untuk Mencari Kesibukan.

Tak perlu berpura-pura sibuk.

Orang dinilai dari karya yang dituntaskan dan bagaimana ia mengerjakannya.

Bukan dari seberapa lama ia duduk di balik meja kerja, atau seberapa banyak pertemuan yang diikutinya, atau seberapa padat jadwal waktunya. Sungguh jauh berbeda pengertian sibuk dengan bekerja.

Pekerjaan terkadang menuntut anda untuk sibuk. Namun, sibuk tidak selalu berarti bekerja. Berperilaku sibuk lebih mudah dilakukan ketimbang bekerja.

Apakah anda sibuk agar tampak bekerja?

Bekerjalah bukan untuk mencari kesibukan, namun untuk menciptakan sebuah karya.

Ayam betina mengerami telur-telurnya dengan sikap tenang dan waspada.

Karena itulah yang terbaik bagi telur-telurnya agar menetas dengan selamat. Ada orang yang mengerjakan banyak hal tanpa harus menjadi sibuk; apalagi berpura-pura sibuk.

Mereka memiliki ketenangan dalam dirinya serta memberikan kepercayaan penuh waspada pada orang lain. Berjalan terburu-buru atau bersikap tergopoh-gopoh seolah tak punya waktu, mungkin mencerminkan kesibukan, namun juga sebuah ketegangan.

Lihatlah, ketenangan pun memberikan hasil yang tak kalah sempurna.
*********************************************************************

SmartWork:

7 SIFAT YANG TAK DISUKAI ATASAN
Buntje Harboenangin

Salah satu kunci sukses dalam bekerja adalah kemampuan bekerja sama dengan “Bos” atau atasan. Untuk itu anda harus menjaga jangan sampai atasan tidak menyukai anda. Nah, sehubungan dengan itu, ada tujuh sifat yang tak disukai setiap atasan — siapapun, dan kapanpun. Ketujuh sifat tersebut yang perlu kita buang jauh-jauh adalah:

1–Pembohong

Siapa suka bekerja dengan orang yang tak jujur? Tentu tak ada. Siapapun sukar bekerja dengan orang yang akan mengatakan A padahal kenyataannya B.

Apalagi seorang atasan yang menggantungkan informasi pada bawahannya. Ia pasti tak suka bila ada yang mengatakan laporan sudah dikirim, padahal belum. Mungkin anda takut atasan akan marah sehingga terpaksa berbohong.

Tetapi, jangan lupa, begitu dia tahu anda berbohong, dia akan lebih kecewa dan jengkel. Apalagi kalau ketidakjujuran itu menyangkut uang atau harta perusahaan. Bukan tidak mungkin anda akan diberhentikan.

2–Melempar Tanggung Jawab

“Bukan saya, tetapi mereka yang …,” inilah kalimat yang acapkali diucapkan oleh pelembar tanggung jawab. Sudah jelas-jelas bahwa kekeliruan pengiriman barang adalah kesalahannya dalam menulis pesanan, tetapi dia katakan pemasoklah yang salah mengirim. Sifat seperti ini tak akan disukai atasan.

Umumnya atasan masih bisa menerima terjadinya kesalahan yang tak disengaja tetapi akan jengkel bila si pembuat kesalahan ternyata tak mau bertanggung jawab.

3–Pembelot

Sifat inipun sangat menjengkelkan setiap atasan. Atasan mana yang tak kesal jika perintahnya dianggap angin lalu. Contohnya, sudah diatur bahwa laporan mingguan harus diserahkan setiap akhir minggu, tetapi Tito tak pernah mau membuatnya. Kalau ditagih malah mengatakan sistem laporan itu tak ada gunanya dan kemudian mengajak berargumentasi. Atasan pun membenci bawahan yang suka menerobos dan mengabaikan prosedur. Anton, misalnya, seorang salesman, dengan gampangnya menjanjikan potongan harga yang lebih
besar daripada potongan yang ditetapkan. Akibatnya? Atasan jadi repot menghadapi tuntutan pelanggan. Bagi Anton, yang penting targetnya tercapai, dagangannya laku, dan soal prosedur adalah omong kosong. Sifat membelot dan main sodok ini bukan sifat yang baik dari seorang bawahan.

4–Tak Disiplin

Setiap perusahaan punya aturan, dan salah satu tugas atasan adalah menjaga agar aturan berjalan lancar. Tentu dia akan jengkel apabila anda sering terlambat masuk kantor, ngobrol tak berketentuan selama jam kerja, sering absen tanpa alasan, dan sebagainya Dan ketidakdisiplinan ini bukan saja menjengkelkan, tetapi juga seperti penyakit yang mudah menular pada karaywan lain.

5–Selalu Mengeluh

Asti sebenarnya rajin dan baik hati, sayangnya dia punya segudang keluhan. Ada saja yang dikeluhkan. entah itu AC yang kurang dingin, deadline yang mepet, tugas terlalu bertumpuk, teman kerja cerewet, kursi terlalu keras, dan sebagainya. Celakanya semua keluhan ini dia tumpahkan pula pada atasannya di setiap kesempatan. Tentu saja atasan jadi kesal. Atasan khan bukan psikolog atau penampung keluhan. Mungkin Asti hanya cari perhatian, tetapi yang pasti sifat suka mengeluh ini tak akan pernah disukai atasan.

6–Loyo

Tak ada atasan yang suka pada bawahan yang tampak loyo dan tak bersemangat. Keloyoan ini bisa tercermin dari muka murung, tampang mengantuk, atau pakaian acak-acakan. Bisa juga terlihat kalau sedang mengerjakan tugas dengan malas-malasan, atau setengah hati, lamban, dan akhirnya mengganggu kelancaran pekerjaan. Bukan itu saja, yang membuat atasan tak suka hal demikian, karena keloyoan akan mudah menciptakan suasana kerja yang tak bergairan pada orang lain.

7–Tak Punya Dedikasi

Dedikasi artinya pengabdian. Seorang bawahan yang berdedikasi tak hanya menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kalau perlu ia pun mau bekerja di luar jam kerja tanpa terlalu mempersoalkan imbalan. Bahkan tak segan untuk membantu pekerjaan orang lain bila diminta. Yang penting baginya semua pekerjaan lancar dan perusahaan pun maju. Sebaliknya ada bawahan yang selalu berhitung untung rugi. Dia hanya mau mengerjakan tugasnya sendiri dengan seadanya saja tanpa mau mengejar prestasi. Pulang selalu tepat waktu, bahkan jam kerja belum lagi usai dia sudah berkemas-kemas. Bila diberi tugas di
luar jam kerja mungkin masih mau menerima tetapi dengan muka masam atau langsung menolak. Sifat semacam ini sungguh menggemaskan atasan.
*********************************************************************

CEO’s Tips:

AMBILLAH JATAH CUTI ANDA
Jeffrey J. Fox

Kebodohan seorang manajer menyebabkan mereka tak bisa memperoleh cuti.

Karenanya, anda harus bisa menyusun tugas, pekerjaan dan tanggung jawab agar anda terhindar dari macetnya fungsi bagian anda ketika anda tak berada ditmpat. Sebab, adakalanya anda harus melakukan perjalanan keliling untuk menemui para mitra bisnis.

Bagi para peniti karier, ada beberapa alasan untuk mengambil cuti.
Misal, melakukan perjalanan yang memberi peluang untuk bertemu dengan orang yang berpotensi membantu karier anda kelak. Atau, mengamati gaya hidup, trend baru, cara-cara lain dalam menjalankan bisnis, datau meningkatkan pengetahuan anda. Cuti juga dapat anda gunakan untuk menulis sebuah buku atau melatih ketrampilan anda, misal, fotografi. Singkatnya, cuti adalah waktu paling tepat untuk memikirkan dan membuat rencan. Anda juga bisa sekedar mengambil liburan untuk menjaga kesegaran otak anda saat kembali menghadapi pekerjaan dan menyelesaikan tugas-tugas yang berlimpah.

Jangan pernah melakukan perjalanan liburan tanpa rencana. Buatlah rncana itu jauh-jauh hari. Pilihlah tempat tujuan untuk menghabiskan liburan setahun sebelumnya, Kemudian, anda harus segera memberitahukan jadwal keberangkatan anda pada atasan. Jangan pernah membatalkan rencana cuti.

Jangan pula memberikan nomor telepon tempat anda berada pada kantor. Saat mengambil cuti, perluas pengalaman anda dan pergilah ke tempat yang berbeda-beda. Tapi jangan pernah anda tak mengambil jatah cuti anda.

Tip Bekerja Tanpa Bos

Sebagai pekerja yang profesional dan bertanggung jawab, Anda memang harus melaksanakan semua tugas dengan baik, dengan atau tanpa bos. Dalam melaksanakan tugas, Anda memang tidak bisa seterusnya bergantung pada instruksi dan pengawasan bos. Karena bos pun tidak bisa mengawasi anak buahnya terus menerus bukan?

Makanya, kemandirian dalam bekerja sangat diperlukan. Anda tidak bisa mengandalkan semua urusan pada bos. Soalnya kalau Anda selalu bergantung pada bos, Anda bisa kelimpungan kalau bos nggak masuk. Nah agar Anda bisa bekerja secara mandiri tanpa perlu bergantung pada bos, saran dari Jack Canfield dan Jacqueline Miller dalam bukunya heart at Work mungkin berguna bagi Anda:

Pahami hak dan kewajiban Anda
Dalam bekerja kunci pertama adalah ‘ketahui kewajiban dan hak Anda’. Dahulukan kewajiban Anda dan tuntaskan dengan sempurna. Maka Anda pun akan mendapatkan hak Anda.

Kerjakan dengan sempurna
Selesai saja tidak cukup. Sempurna baru oke. Maka selesaikan semua tugas dengan sempurna. Bila bos meminta 6 maka berikan 7 atau 8. Dengan demikian, selain Anda akan mendapatkan point lebih, kualitas diri Anda pun akan terus meningkat.

Yakin dan pede
Apapun yang Anda kerjakan, Anda harus memulainya dengan keyakinan dan percaya diri. Tanpa hal ini, Anda akan kesulitan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Siap menghadapi kesulitan
Tidak selamanya Anda bisa mengerjakan tugas dengan lancar. Ada kalanya Anda akan menghadapi kesulitan dan benturan-benturan. So, bersiaplah untuk menghadapinya.

Tingkatkan kemampuan
Jangan pernah berhenti mengasah kemampuan Anda. Dengan
kemampuan yang prima, Anda selalu siap menghadapi
berbagai kemungkinan dan kesulitan. Sehingga Anda
nggak akan panik lagi jika menghadapi masalah.

Dengan hal di atas Anda selalu siap bekerja, dengan
atau tanpa bos. Selebihnya tentu saja harus dibarengi
dengan komitmen, tanggung jawab, dan loyalitas.
Selamat bekerja…!

Tiga kata sakti untuk meneguhkan aspirasi

Anda pernah dengar bahwa apa yang kita inginkan dapat kita tarik melalui pikiran? Yang pernah baca tentang kekuatan kehendak, hukum ketertarikan, mestakung (semesta mendukung), goal setting, juga kekuatan do’a yang tulus, pasti sudah tahu hal ini.

Masalahnya, mengapa yang sudah kita inginkan itu tak kunjung datang?

Kabarnya kita sering menggagalkan cita-cita kita sendiri melalui pengingkaran atas apa yang kita inginkan itu. ‘Inner voice’nya meragukan, bahkan mentertawakan cita-cita itu.

Misalnya ucapkan, “Saya kaya. Saya hidup berkelimpahan.” Mungkin ada suara kecil yang mengatakan, “Bohong. Kamu dusta. Kamu miskin.” Suara ini jelas menjegal kekayaan untuk datang kepada kita. Suara negatif itu muncul karena kita merasa tak selaras dengan apa yang kita ucapkan.

Mari gunakan 3 kata sakti untuk meneguhkan aspirasi. Kata itu adalah: ’saya sudah memutuskan’, ‘meskipun awalnya’, dan ’sedang dalam proses’.

Mari kita lihat contoh ekspresi keinginan berikut ini.

“Saya kaya. Saya berkelimpahan.”

Coba ucapkan kalimat tersebut. Apakah perasaan Anda nyaman? Mungkin tidak nyaman, karena Anda memang belum kaya.

Coba yang lain lagi.

“Saya ingin menjadi kaya, tetapi saya ini karyawan rendahan. Mana mungkin saya menjadi kaya?”

Coba ucapkan kalimat tersebut. Terasa bukan rasa pesimisnya? Tapi kali ini perasaan Anda membenarkan. Sayang sekali, walaupun serasa benar, kalimat macam inilah yang menarik segala kesusahan Anda.

Mari kita koreksi kalimat tersebut menjadi POSITIF dan BENAR.

“Saya SUDAH MEMUTUSKAN untuk menjadi kaya. Saat ini SAYA SEDANG DALAM PROSES menjadi kaya.”

Coba ucapkan kalimat itu. Kali ini perasaan Anda sangat nyaman, karena Anda bicara kebenaran. Bukankah Anda boleh memutuskan menjadi kaya? (ya!) Bukankah Anda boleh saja dalam proses menjadi kaya? (Ya, boleh sekali!)

Lalu mungkin masih ada suara negatif dari jiwa kerdil kita. “Tapi kan saya cuma karyawan rendahan?”

Patahkan dengan kalimat berikut.

“Saya SUDAH MEMUTUSKAN untuk menjadi kaya. Saya yakin bisa menjadi kaya, MESKIPUN AWALNYA saya karyawan rendahan. Saat ini ribuan orang seperti saya SUDAH MEMUTUSKAN hal yang sama. Saat ini puluhan ribu orang seperti saya juga SEDANG DALAM PROSES menjadi kaya. Saat ini, bahkan, jutaan orang seperti saya SUDAH menjadi kaya. KALAU MEREKA BISA, PASTI SAYA JUGA BISA!”

Tanyakan pada diri Anda, adakah di dunia ini seseorang yang sebelumnya adalah karyawan rendahan, namun kemudian berhasil menjadi milyuner? Anda tentu yakin, pasti ada! Berarti, apapun kondisi awal kita, pasti sudah ada orang dengan kondisi awal yang sama sudah berhasil menjadi milyuner. Pasti.

Saya sendiri seorang guru. Saya sangat yakin bisa menjadi milyuner. Contohnya bukan sekedar ada, bahkan jutaan guru di dunia ini telah mencapai kelimpahan milyuner, melalui berbagai cara.

Pikiran kita adalah pencipta kehidupan kita. Mulailah hari ini juga untuk memutuskan dan meneguhkan aspirasi yang akan Anda raih dalam hidup ini.

Beberapa buku yang sedang populer mengenai hal ini misalnya Mestakung (semesta mendukung) nya Yohannes Surya, The Secret, dan Law of Attraction.

Saya mengingatkan diri saya sendiri, bahwa bukan semesta yang mendukung, tapi Allah swt memberikan karunianya melalui keteraturan alam semesta. Salah satu keteraturan itu adalah bahwa gelombang pikiran kita akan menarik yang kita pikirkan itu ke arah kita. Dan keteraturan ini bersifat ilmiah serta pasti. Inilah hukum alam yang telah diciptakan Allah swt. Saya tekankan hal ini karena bahasan tentang Tuhan tidak dijelaskan dengan tegas dalam buku-buku hukum ketertarikan. Pembaca perlu jeli melihat bahwa Sang Maha Pencipta berada di balik semua keajaiban tersebut. :)