Bayar Sesuai Tagihan

Nabung Dapat Income

Jumat, 29 Mei 2009

Sentuhan personal untuk membuat konsumen anda loyal

Suatu saat, anda tengah berdiri di pinggir jalan. Lalu tiba-tiba ada orang yang menyapa anda. Menanyakan kabar anda dan seterusnya. Bagaimana perasaan anda?

Wah, pasti anda akan senang. Sambil diam-diam dalam hati merasa jadi orang terkenal. Tapi bukan itu yang penting. Yang penting kemudian anda juga akan memberikan perhatian pada orang yang menyapa anda itu. Dan bahkan berusaha mengenalnya lebih jauh.

Contoh lainnya misalnya, suatu ketika anda bertemu dengan teman lama anda. Dan anda langsung bercakap dengan bahasa daerah teman anda itu. Pasti dia akan merasa senang. Walhasil hubungan anda jadi lebih akrab.

Inilah salah satu keajaiban sentuhan personal. Mereka yang semula sama sekali tak peduli pada anda, bisa langsung berubah 180 derajat. Memberikan perhatian pada anda dan menganggap anda sebagai temannya. Dan ingat, teman adalah aset yang tak ternilai.

Penggunaan sentuhan personal dalam bisnis internet amat penting. Bukan cuma untuk berkomunikasi, tapi lebih dari itu untuk menumbuhkan loyalitas konsumen.

Sentuhan personal juga lebih murah. Tak semahal kalau anda beriklan. Anda cukup mengingat nama mereka, apa hobi mereka, dan memberikan senyuman tulus. Dan saya jamin mereka akan memberikan perhatian yang lebih pada bisnis anda.

Memang menggunakan sentuhan personal hasilnya tak langsung kelihatan. Karena perlu berhubungan dengan konsumen secara satu per satu. Tapi saya yakin hasilnya akan lebih kekal. Konsumen anda loyal dan akan terus mengingat bisnis anda. Mereka akan menjadi pelanggan setia.

Nah, sekarang bagaimana sentuhan personal semacam ini bisa anda gunakan di bisnis internet?

Prinsipnya sama, hargai klien dengan memberikan pelayanan yang manusiawi. Seperti contoh di atas, sapalah klien anda dengan menyebut namanya saat anda mengirim pesan. Jika hal itu tidak mungkin anda lakukan secara manual, ada mesin autoresponder yang siap membantu.

Cara lainnya, ajaklah klien anda bercanda saat berkomunikasi. Buat mereka merasa nyaman dengan guyonan anda. Ini yang kemarin dilakukan presiden Obama untuk menjaring dukungan. Saat berkampanye di internet Obama tak pernah menganggap dirinya sebagai calon presiden Amerika. Ia memperlakukan teman-temannya di Facebook seperti seorang sahabat. Tidak hanya bicara masalah politik dan pemerintahan, Obama bahkan sering bercerita tentang hal yang lebih intim dengan para pendukungnya. Melalui cara seperti ini Obama bisa menjaga loyalitas pendukungnya hingga ia terpilih.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda siap memberi sentuhan personal pada konsumen anda? Bicaralah seperti orang yang sedang duduk bersama di sebuah warung makan kepada mereka.

Yang jelas, anda mesti memperlakukan konsumen anda seperti sahabat. Ya, jadikan mereka sebagai sahabat anda.

By : Djoko. S

Rabu, 20 Mei 2009

10 (Sepuluh) Kepribadian Orang Sukses

Suatu kesuksesan memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur. Beberapa dari kita meyakini, bahwa kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu. Ada sebagian lagi mewujudkan kesuksesan sebagai sebuah predikat penghargaan dari kolega dan khalayak atas prestasinya. Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa kesuksesan merupakan pencapaian impian melalui sebuah proses terstruktur dan terencana. Contohnya, si A mendefinisikan sukses jika dia mampu mencapai manajer pemasaran di tempat kerjanya. Usaha untuk “memuluskan” kesuksesan tersebut, A memutuskan untuk belajar kembali di institusi pendidikan S2 dan mengikuti beberapa seminar pemasaran. Tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan sikap pribadinya. Bentuk material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus dipersiapkan, lalu perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian kesuksesan itu sendiri.

Merujuk kepada Jennie S. Bev yaitu seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator bertempat tinggal di San Francisco Bay Area dan merupakan seorang Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim “ketat” Amerika. Beliau mengedepankan 10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses. Sepuluh sikap itu adalah sebagai berikut:

Satu, keberanian untuk berinisiatif. Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang! Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif. Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

Dua, tepat waktu. Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.

Tiga, senang melayani dan memberi. Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja! Tetapi, setidaknnya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

Empat, membuka diri terlebih dahulu. Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka. Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?

Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik. Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru. Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.

Enam, senang mempelajari hal-hal baru. Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.

Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.” Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).

Delapan, berani menanggung resiko. Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.

Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat). Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya. Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.

Sepuluh, “comfortable in their own skinMenutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri. Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan. Siap untuk sukses? Sampai bertemu lagi di puncak gunung kesuksesan! (Charly Buchari)

Senin, 18 Mei 2009

Membangun Sikap Mental Pantang Menyerah

1. Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama pertama yg paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan menyadarinya , Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.

2. motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikanlah artis, atlit,karyawan dapat menajak karirnya karena berprestasi, mereka umumnya memperjuangkan apa yg ingin diraihnya dengan daya dan upaya yg optimal. Sebaliknya , orang2 yg mudah menyerah , frustasi dan mudah putus asa adalah orang2 yg gagal.

3. Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yg Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif dibandingkan bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli , orang yg optimis mempunyai kemungkinan yg lebih besar untuk berhasil dibanding orang yg pesimis. Mengapa ? Karena keyakinan yg positif akan mempengaruhi mental dan fisik secar signifikan untuk mendapatkan apa yg di yakininya.

4. Arahkan mata Anda pada tujuan , bukan pada hambatan . Bila Anda memandang pada tujuan , maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya , bila Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang.

5. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap , Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak berani mengambil resiko , tentu saja Anda berada pada tempat yg aman , namun Anda tidak akan berkembang.

6. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian .Anggaplah tantangan sebagai “Sparring Pathner” yg akan membuat Anda semakin kuat , bukan sebagai raksasa yg menelan Anda. Semakin banyak tantangan , semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.

7. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah daridari kegagal itu agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.

8. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai “kegigihan” . Ingatlah filsofi air yg bisa melubangi batu dengan tetesan yg terus terus-menerus.

9. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas , Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaiman cara mengatasinya. carilah jalur alternatif !

10. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa hrus mengalaminya sendiri. Dengan cara itu Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yg sangat berharga.

Minggu, 17 Mei 2009

Bagaimana cara menangani kelemahan diri?

Sadarilah bahwa setiap diri kita unik, begitulah kesimpulan Gallup atas 2 juta wawancara yang dituangkan dalam buku Now, Discover Your Strength. Kita memiliki kelemahan sekaligus kekuatan. Kita perlu berfokus pada kekuatan kita dan memaksimalkannya untuk meraih tujuan.

Lalu bagaimana dengan kelemahan kita? Kelemahan bukan untuk diingkari, namun untuk dikelola. Ada 5 cara untuk mengelola kelemahan :

  1. meningkatkan kemampuan diri di bidang yang kita lemah. Misalnya kita takut presentasi di depan banyak orang, maka kita bisa mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan presentasi kita.
  2. membuat sistem pendukung. Kalaupun Anda masih takut presentasi, maka Anda bisa membuat meteri presentasi yang indah, misalnya memakai Power Point yang didukung multimedia baik film, kartun, musik, dll. Dengan demikian kelemahan dalam presentasi secara langsung dapat dikompensasi dengan material yang membuat takjub penonton.
  3. menggunakan kekuatan untuk mengatasi kelemahan. Ada sebuah kisah tentang seorang konsultan bernama Mike yang gagap. Dia selalu kesulitan berbicara ke orang lain. Suatu ketika sekolahnya menunjuk dia untuk memberi sambutan dalam suatu forum. Dia dipilih karena suatu kriteria baku di sekolah itu, tanpa memperhatikan bahwa sebenarnya dia gagap. Semua temannya mengira bahwa dia akan gagal tampil di depan forum. Ajaib, ternyata Mike bisa tampil sempurna. Ternyata Mike punya kekuatan yang sebelumnya dia sendiri tidak sadari, yaitu senang tampil di depan khalayak banyak. Saat tampil di depan khalayak banyak, secara aneh otaknya mampu bekerja dengan lebih baik sehingga dia dapat menyusun kata-kata dengan lancar. Akhirnya dia menyadari keunikan dirinya tersebut, maka bial dia berbicara kepada seseorang atau lewat telpon, dia selalu membayangkan sedang berbicara di hadapan 200 orang! Dengan demikian dia bisa menangani kegagapannya.
  4. menemukan mitra. Cara yang paling baik untuk menangani kelemahan adalah bekerja secara tim dengan orang yang merupakan komplemen Anda. kalau Anda punya teman yang jago pidato, minta saja dia yang presentasi.
  5. berhenti saja melakukan hal yang menuntut hal lemah Anda. Mengapa harus tersiksa dengan pekerjaan yang bukan natural talenta Anda? Kalau Anda merasa sulit untuk memberi presentasi, cari saja pekerjaan lain yang lebih sesuai, misalnya administrasi atau penelitian yang tidak memerlukan sering berhubungan dengan orang.

Kelemahan kita tak akan berbahaya kalau kondisi yang kita hadapi tak menuntut kemampuan itu. Anda tidak perlu jago berenang dan memanjat pohon kalau pekerjaan Anda adalah programmer komputer. Sebaliknya Anda tak perlu punya kemampuan pidato yang mengesankan kalau Anda adalah seorang tentara. Kalaupun Anda adalah tentara yang pandai pidato, maka itu sekedar nilai plus seperti halnya seorang tentara yang pintar bernyanyi karaoke.

Jumat, 15 Mei 2009

Bekerja Bukan Sekedar Untuk Mencari Kesibukan.

Tak perlu berpura-pura sibuk.

Orang dinilai dari karya yang dituntaskan dan bagaimana ia mengerjakannya.

Bukan dari seberapa lama ia duduk di balik meja kerja, atau seberapa banyak pertemuan yang diikutinya, atau seberapa padat jadwal waktunya. Sungguh jauh berbeda pengertian sibuk dengan bekerja.

Pekerjaan terkadang menuntut anda untuk sibuk. Namun, sibuk tidak selalu berarti bekerja. Berperilaku sibuk lebih mudah dilakukan ketimbang bekerja.

Apakah anda sibuk agar tampak bekerja?

Bekerjalah bukan untuk mencari kesibukan, namun untuk menciptakan sebuah karya.

Ayam betina mengerami telur-telurnya dengan sikap tenang dan waspada.

Karena itulah yang terbaik bagi telur-telurnya agar menetas dengan selamat. Ada orang yang mengerjakan banyak hal tanpa harus menjadi sibuk; apalagi berpura-pura sibuk.

Mereka memiliki ketenangan dalam dirinya serta memberikan kepercayaan penuh waspada pada orang lain. Berjalan terburu-buru atau bersikap tergopoh-gopoh seolah tak punya waktu, mungkin mencerminkan kesibukan, namun juga sebuah ketegangan.

Lihatlah, ketenangan pun memberikan hasil yang tak kalah sempurna.
*********************************************************************

SmartWork:

7 SIFAT YANG TAK DISUKAI ATASAN
Buntje Harboenangin

Salah satu kunci sukses dalam bekerja adalah kemampuan bekerja sama dengan “Bos” atau atasan. Untuk itu anda harus menjaga jangan sampai atasan tidak menyukai anda. Nah, sehubungan dengan itu, ada tujuh sifat yang tak disukai setiap atasan — siapapun, dan kapanpun. Ketujuh sifat tersebut yang perlu kita buang jauh-jauh adalah:

1–Pembohong

Siapa suka bekerja dengan orang yang tak jujur? Tentu tak ada. Siapapun sukar bekerja dengan orang yang akan mengatakan A padahal kenyataannya B.

Apalagi seorang atasan yang menggantungkan informasi pada bawahannya. Ia pasti tak suka bila ada yang mengatakan laporan sudah dikirim, padahal belum. Mungkin anda takut atasan akan marah sehingga terpaksa berbohong.

Tetapi, jangan lupa, begitu dia tahu anda berbohong, dia akan lebih kecewa dan jengkel. Apalagi kalau ketidakjujuran itu menyangkut uang atau harta perusahaan. Bukan tidak mungkin anda akan diberhentikan.

2–Melempar Tanggung Jawab

“Bukan saya, tetapi mereka yang …,” inilah kalimat yang acapkali diucapkan oleh pelembar tanggung jawab. Sudah jelas-jelas bahwa kekeliruan pengiriman barang adalah kesalahannya dalam menulis pesanan, tetapi dia katakan pemasoklah yang salah mengirim. Sifat seperti ini tak akan disukai atasan.

Umumnya atasan masih bisa menerima terjadinya kesalahan yang tak disengaja tetapi akan jengkel bila si pembuat kesalahan ternyata tak mau bertanggung jawab.

3–Pembelot

Sifat inipun sangat menjengkelkan setiap atasan. Atasan mana yang tak kesal jika perintahnya dianggap angin lalu. Contohnya, sudah diatur bahwa laporan mingguan harus diserahkan setiap akhir minggu, tetapi Tito tak pernah mau membuatnya. Kalau ditagih malah mengatakan sistem laporan itu tak ada gunanya dan kemudian mengajak berargumentasi. Atasan pun membenci bawahan yang suka menerobos dan mengabaikan prosedur. Anton, misalnya, seorang salesman, dengan gampangnya menjanjikan potongan harga yang lebih
besar daripada potongan yang ditetapkan. Akibatnya? Atasan jadi repot menghadapi tuntutan pelanggan. Bagi Anton, yang penting targetnya tercapai, dagangannya laku, dan soal prosedur adalah omong kosong. Sifat membelot dan main sodok ini bukan sifat yang baik dari seorang bawahan.

4–Tak Disiplin

Setiap perusahaan punya aturan, dan salah satu tugas atasan adalah menjaga agar aturan berjalan lancar. Tentu dia akan jengkel apabila anda sering terlambat masuk kantor, ngobrol tak berketentuan selama jam kerja, sering absen tanpa alasan, dan sebagainya Dan ketidakdisiplinan ini bukan saja menjengkelkan, tetapi juga seperti penyakit yang mudah menular pada karaywan lain.

5–Selalu Mengeluh

Asti sebenarnya rajin dan baik hati, sayangnya dia punya segudang keluhan. Ada saja yang dikeluhkan. entah itu AC yang kurang dingin, deadline yang mepet, tugas terlalu bertumpuk, teman kerja cerewet, kursi terlalu keras, dan sebagainya. Celakanya semua keluhan ini dia tumpahkan pula pada atasannya di setiap kesempatan. Tentu saja atasan jadi kesal. Atasan khan bukan psikolog atau penampung keluhan. Mungkin Asti hanya cari perhatian, tetapi yang pasti sifat suka mengeluh ini tak akan pernah disukai atasan.

6–Loyo

Tak ada atasan yang suka pada bawahan yang tampak loyo dan tak bersemangat. Keloyoan ini bisa tercermin dari muka murung, tampang mengantuk, atau pakaian acak-acakan. Bisa juga terlihat kalau sedang mengerjakan tugas dengan malas-malasan, atau setengah hati, lamban, dan akhirnya mengganggu kelancaran pekerjaan. Bukan itu saja, yang membuat atasan tak suka hal demikian, karena keloyoan akan mudah menciptakan suasana kerja yang tak bergairan pada orang lain.

7–Tak Punya Dedikasi

Dedikasi artinya pengabdian. Seorang bawahan yang berdedikasi tak hanya menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kalau perlu ia pun mau bekerja di luar jam kerja tanpa terlalu mempersoalkan imbalan. Bahkan tak segan untuk membantu pekerjaan orang lain bila diminta. Yang penting baginya semua pekerjaan lancar dan perusahaan pun maju. Sebaliknya ada bawahan yang selalu berhitung untung rugi. Dia hanya mau mengerjakan tugasnya sendiri dengan seadanya saja tanpa mau mengejar prestasi. Pulang selalu tepat waktu, bahkan jam kerja belum lagi usai dia sudah berkemas-kemas. Bila diberi tugas di
luar jam kerja mungkin masih mau menerima tetapi dengan muka masam atau langsung menolak. Sifat semacam ini sungguh menggemaskan atasan.
*********************************************************************

CEO’s Tips:

AMBILLAH JATAH CUTI ANDA
Jeffrey J. Fox

Kebodohan seorang manajer menyebabkan mereka tak bisa memperoleh cuti.

Karenanya, anda harus bisa menyusun tugas, pekerjaan dan tanggung jawab agar anda terhindar dari macetnya fungsi bagian anda ketika anda tak berada ditmpat. Sebab, adakalanya anda harus melakukan perjalanan keliling untuk menemui para mitra bisnis.

Bagi para peniti karier, ada beberapa alasan untuk mengambil cuti.
Misal, melakukan perjalanan yang memberi peluang untuk bertemu dengan orang yang berpotensi membantu karier anda kelak. Atau, mengamati gaya hidup, trend baru, cara-cara lain dalam menjalankan bisnis, datau meningkatkan pengetahuan anda. Cuti juga dapat anda gunakan untuk menulis sebuah buku atau melatih ketrampilan anda, misal, fotografi. Singkatnya, cuti adalah waktu paling tepat untuk memikirkan dan membuat rencan. Anda juga bisa sekedar mengambil liburan untuk menjaga kesegaran otak anda saat kembali menghadapi pekerjaan dan menyelesaikan tugas-tugas yang berlimpah.

Jangan pernah melakukan perjalanan liburan tanpa rencana. Buatlah rncana itu jauh-jauh hari. Pilihlah tempat tujuan untuk menghabiskan liburan setahun sebelumnya, Kemudian, anda harus segera memberitahukan jadwal keberangkatan anda pada atasan. Jangan pernah membatalkan rencana cuti.

Jangan pula memberikan nomor telepon tempat anda berada pada kantor. Saat mengambil cuti, perluas pengalaman anda dan pergilah ke tempat yang berbeda-beda. Tapi jangan pernah anda tak mengambil jatah cuti anda.