Bayar Sesuai Tagihan

Nabung Dapat Income

Minggu, 22 Maret 2009

SERVICE EXCELLENCE

PENTINGNYA “ SERVICE EXCELLENCE “

Berikut beberapa hal yang perlu diterapkan dalam exellence service :

1. Berpikir positif bahwa pelanggan adalah bagian penting dari kemajuan bisnis Anda.

2. Janji tepat waktu (realisasikan janji berdasarkan deadline dan poin kesepakatan,dengan asumsi: lebih baik namun kualitas tetap terjamin).

3. Tindak lanjut segera, tanpa menunda (keluhan dan harapan pelanggan segera diwujudkan tanpa menunda waktu dan jadikan sebagai prioritas).

4. Informasi jangan berbeda-beda, tetapi spesifikasi dan tepat sasaran.Pemahaman dan penguasaan masalah harus ditunjang data aktual dan akuntabilitas agar informasi tidak bias.

5. Memberikan solusi dengan alternatif terbaik. Sodorkan beberapa pilihan secara terbuka dan jujur serta arahkan kepada kebutuhan sebenarnya.

6. Gunakan bahasa smart (komunikasi efektif) artinya berbicara, mendengar dan merespon dengan sopan dan ramah.Berikan kesan bahwa perusahaan Anda profesional dan layak dipercaya.

7. Antusias dan menghargai pelanggan. Arahkan mereka membuat keputusan tanpa paksa.

8. Perhatikan penampilan (cara berpakaian) dan bahasa tubuh sehingga memberikan indikasi bahwa Anda layak memikul tanggung jawab serta menghormati pelanggan Anda.

9. Tunjukan sikap empati, tanggap dan mudah dihubungi ketika dibutuhkan.

10.Kembangkan daya kreatifitas dan imajinasi serta ciptakan mutu pelayanan dengan cara-cara spesial dan berdampak ( memberi kesan mendalam).

Barangkali diperusahaan Anda, jumlah karyawan yang melayani pelanggan dengan sungguh
sungguh tidak banyak. Upaya menstimulir karakter melayani tetap perlu dilakukan terus menerus, melalui komitmen bersama antara pimpinan perusahaan dan ditopang oleh seluruh karyawan.

Oleh karena itu,jika ingin pelanggan puas,(tidak kecewa), sebaiknya kelola dan kendalikan layanan usaha Anda menjadi layanan yang berorientasi pada Exellence Service.

MEMBANGUN TRUST KEPADA CUSTOMER

MEMBANGUN TRUST KEPADA CUSTOMER

Di era persaingan bisnis yang ketat dan kompleks, pesaing semakin tidak kasat mata. Saat ini, pesaing bisa datang dari mana saja dan kapan saja, tanpa dibatasi oleh fisik, ruang dan waktu. Hal ini banyak kita ketahui, contoh nyatanya adalah transaksi melalui internet. Kita tidak perlu bertemu secara fisik, seperti halnya dalam transaksi bisnis konvensional.

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat memudahkan kita mencari informasi peluang-peluang bisnis, menjalin hubungan dan bertransaksi. Di sisi lain, para konsumen pun semakin mudah untuk mencari informasi, suplier dan rekanan bisnis yang sesuai dengan kebutuhannya. Sekarang ini konsumen makin banyak alternatif pilihan untuk kebutuhannya.

Situasi bisnis yang semakin sulit chaos dan turbulence menuntut suatu pendekatan baru dalam menjalankan bisnis. Pendekatan yang mampu menjaga hubungan baik dengan para customer. Jika tidak customer akan mudah sekali untuk ”berpindah ke lain hati”. Kunci untuk membangun hubungan dengan customer adalah dengan membangun TRUST.

Trust, berarti berbicara tentang resiko yang ada pada customer ketika akan melakukan transaksi dengan kita. Besar kecilnya resiko yang akan ditanggung customer dapat diimbangi dengan faktor-faktor yang mengkompensasinya. Ada tiga faktor kompensasi untuk mengimbangi besar kecilnya resiko.

Pertama, selalu menjaga hubungan baik dengan customer, misal dengan cara melakukan kontak secara teratur, berkala dan terencana. Hubungan yang baik tercipta tidak hanya sekedar ” kenal ” tetapi lebih dari itu adalah ”pengenalan” sampai pada tingkat ”pemeliharaan” hubungan.

Kedua, adalah mengikuti dan memahami seluk beluk bisnis customer dengan baik. Memahami kekuatan dan kelemahan serta permasalahan bisnis customer untuk saat ini maupun di masa depan. Jika customer adalah para perusahaan yang juga adalah pelaku bisnis, maka mereka pun ingin bisnisnya berkembang seperti halnya dengan keinginan kita untuk mengembangkan bisnis kita. Bantuan dan dukungan untuk membantu mewujudkan tujuan-tujuan bisnis mereka, adalah hal yang sangat penting dalam menjaga trust customer.

Ketiga, perlu untuk terus mengembangkan added value bagi customer. Hubungan yang baik tanpa added value improvement belumlah cukup. Jika pesaing mampu memberikan added value yang lebih baik janganlah heran kalau customer memiliki kemungkinan besar untuk “ berpindah ke lain hati “. Customer biasanya melakukannya dengan mengurangi volume transaksinya dengan kita.

Untuk mendapatkan trust yang tinggi dari customer, kita harus mengetahui dengan baik seberapa besar resiko bisnis yang di hadapi oleh customer. Besar kecilnya resiko bisnis tergantung situasi masing-masing customer.

Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan trust customer kepada kita adalah dengan meningkatkan hubungan baik, pengenalan bisnis yang lebih mendalam tentang bisnis customer dan sekaligus maningkatkan added value yang jauh melampaui harapan customer. Hal pertama yang harus kita unggulkan dalam meningkatkan trust yang tinggi adalah dengan memberikan added value yang tinggi bahkan sedapat mungkin jauh di atas added value yang ditawarkan para pesaing.

Semakin tinggi tingkat persaingan, semakin sulit untuk berbisnis. Serta semakin rendah juga tingkat kepercayaan antara satu pihak dengan pihak lain. Jika Anda telah mandapatkan kesempatan bertransaksi dengan salah satu customer, janganlah disia-siakan. Mencari customer baru, jauh lebih sulit daripada mempertahankan customer yang sudah ada.

MENGEDEPANKAN KUALITAS PELAYANAN PELANGGAN

Harga, kualitas atau elemen dijadikan pilihan tepat oleh perusahaan dalam mempertahankan pelanggan baru. Kebanyakan dari mereka menomorduakan kualitas pelayanan pelanggan. Mereka menilai bahwa menekankan elemen tersebut merupakan cara tepat membuat pelanggan senang.

Misalkan sebuah perusahaan memutuskan untuk fokus pada kualitas dengan mengabaikan layanan pelanggan. Meskipun penjualan telah menghasilkan produk yang berkualitas. Perusahaan tetap harus siap memberikan pelayanan yang memuaskan jika muncul masalah. Akan lebih penting jika fokus strategi bertumpu pada kualitas layanan pelanggan yang memadai.

Banyak perusahaan beranggapan bahwa mendapatkan pelanggan baru merupakan elemen penting dalam strategi penjualan. Akibatnya, sangat sedikit yang berupaya untuk mempertahankan pelanggan lama. Sangatlah sulit mempertahankan pelanggan tanpa pelayanan pelanggan yang baik.

Akan lebih mudah dan murah mempertahankan pelanggan yang ada, dibandingkan harus mencari pelanggan baru. Pelanggan yang merasa puas akan merekomendasikan produk dan jasa kepada pelanggan yang lain. Oleh karena itu, untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, perusahaan harus memberikan sesuatu yang melebihi apa yang diharapkan pelanggan.

Faktor penting dalam memberikan pelayanan adalah dengan menjaga janji, dan tidak memberikan jaminan untuk sesuatu yang tidak dapat diberikan. Memberi pelayanan sebaiknya jangan pada saat keluh kesah muncul, pelayanan akan lambat diberikan. Ini menandakan bahwa perusahaan tidak sungguh-sungguh merealisasikan janji saat melakukan penjualan.

Jika perusahaan berkomitmen terhadap pelayanan pelanggan, akan mendapatkan kredibilitas dari para pelanggan. Bisa dikatakan, reputasi yang baik dalam pelayanan pelanggan memberikan kredibilitas sehingga mampu mempertahan pelanggan yang ada.

Pelanggan yang mengajukan komplain dapat dikatakan sedang memberikan kesempatan perusahaan untuk melakukan sesuatu dengan benar. Pelanggan yang memberikan pujian membuat perusahaan mengetahui peluang untuk menghargai pelanggan.

Pelayanan pelanggan yang baik merupakan kebutuhan fundamental untuk mempertahankan dan meningkatkan pelanggan. Semakin sedikit calon pelanggan Anda, semakin tinggi nilai moneter dan produk Anda, maka makin besar revelansi layanan pelanggan. Karena mempunyai sedikit pelanggan potensial, maka nilai penting dari mempertahankan pelanggan pun jadi meningkat.

Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam penerapan mutu pelayanan, perusahaan terlebih dahulu menjaring pandangan para pelanggan sebelum suatu inisiatif pelayanan dimulai. Pengukuran kepuasan pelanggan harus didasarkan pada persepsi pelanggan, bukan apa yang penting menurut perusahaan. Secara proaktif membangkitkan umpan balik akan lebih baik ketimbang hanya mengandalkan analisis atas komplain yang ada.

Berikut adalah data fakta seputar layanan pelanggan. Data diilhami dari The Customer is Always Right karangan Armen Kabodian.

  • Berbagai studi menunjukan bahwa para pelanggan dua kali lebih banyak melontarkan keluhan
    daripada pujian.

  • Pelanggan yang tak puas biasanya akan menyampaikan keluh kesahnya pada 8-10 orang lain.

  • Tujuh dari sepuluh pelanggan akan kembali berbisnis dengan Anda jika Anda bisa menanggapi mereka dengan baik.

  • Jika Anda menyelesaikan persoalan mereka sesegera mungkin, 50% pelanggan akan kembali berbisnis dengan Anda.

  • Membuat pelanggan lama Anda mau meningkatkan pembelian 10 % adalah lebih baik daripada meningkatkan basis pelanggan sebesar 10%.

  • Perusahaan jasa menggantungkan 85-95% bisnisnya pada pelanggan yang ada.

  • Para pakar industri mengatakan pelayanan pelanggan di gerai-gerai menjadi makin penting seiring dengan meningkatkan popularitas sistem belanja katalog, jaringan home shopping, dan format eceran yang menawarkan harga diskon.

  • 87% ide tentang sebuah produk baru yang sukses berasal dari para pelanggan.

  • Untuk menarik pelanggan baru, dibutuhkan ongkos tujuh kali lipat dibandingkan dengan memelihara pelanggan yang lama.

CONTOH KASUS DALAM SERVICE

SERVICE POINT

Service point seharusnya menjadi “surga” bagi pelanggan. Namun surga tersebut bisa berubah jadi neraka manakala terjadi kegagalan pelayanan dan pelanggan komplain. Bagaimana strategi menjalankan service point yang baik ?

Konter service atau service point atau sering juga disebut walk in center merupakan titik kritis pertemuan antara pelanggan dan penyedia layanan. Berbeda dengan consumer goods, proses service delivery membutuhkan keterlibatan yang lebih dalam antara penyedia layanan dengan si pelanggan. Seperti halnya hubungan, keterlibatan keduanya ini bisa berakhir manis tetapi juga bisa berakhir dengan buruk.

Tentu saja, ujung dari proses pelayanan pelanggan ini akan mengerucut pada kepuasan pelanggan. Karena itu, sebelum mendesain dan menjalankan strategi pelayanan, penyedia layanan harus menggali sebanyak mungkin hal-hal yang menciptakan kepuasan pelanggan. Umumnya dalam survey kepuasan pelanggan, mereka akan mengumpulkan terlebih dahulu atribut-atribut pelayanan sebelum mengevaluasi apakah atribut tersebut telah menciptakan kepuasan. Atribut pelayanan ini bisa berupa hal-hal yang bersifat intangible seperti layout ruangan, megahnya gedung, kerapian seragam, kelengkapan brosur, dan lain-lain. Bisa juga berupa atribut yang bersifat intangible seperti kecepatan dalan pelayanan, senyum dan keramahan, pendekatan pribadi dan lain sebagainya.

Tidak mudah menangkap apa yang ada di benak pelanggan. Seorang pelanggan bisa marah tanpa sebab karena formulir setoran uang di bank habis atau sang teller lupa tersenyum.

MEMILIH ATRIBUT YANG PENTING

Masalahnya, ketika menggumpulkan begitu banyak atribut layanan, penyedia layanan akan menghadapi beberapa kendala. Antara lain bagaimana mengkategorikan ratusan atribut layanan ini, dan mengelola semuanya menjadi sebuah layang yang excellence di mata pelanggan.

Dalam framework ISSI (Indonesian Satisfaction Service Index), Center for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSL) mengkategorikan atribut-atribut service quality dari sebuah service point ke dalam empat kategori yang disebut parameter, yaitu : accessibiliy, service process, people, complaint handling dan final result (outcome).

Cara pelanggan mengakses menjadi titik kritis pertama dalam pelayanan service point. Parameter ini bisa mencakup lokasi kantor layanan, tanda-tanda yang jelas (signage) sampai ketersediaan tempat parkir yang cukup dan memadai. Akses juga bisa mencakup jam atau waktu service point tersebut seperti akses 24 jam, buka sampai pukul tujuh malam, dan lain-lain.

Dengan perubahan perilaku dan semakin tingginya mobilitas pelanggan, kemampuan sebuah service point untuk diakses memang menjadi sebuah ujian. Jika gagal, kita akan kehilangan pelanggan potensial.

MEMBUAT PELANGGAN ENJOY

Parameter kedua adalah service process. Hal ini menyangkut aktivitas atau kegiatan yang berlangsung di dalam service point tersebut, kenyamanan dan kebersihan outlet, fasilitas yang dipergunakan, layout ruangan dan antrian merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pelayanan. Service process juga bukan sekadar sistem dan prosedur yang dijalankan di dalam service point, tetapi juga kemampuan dari fasilitas fisik yang ada untuk mendukung layanan yang lebih baik.

Kesigapan petugas dalam melayani pelanggan, penguasaan product knowledge, keakuratan pelayanan serta komunikasi merupakan sebagian atribut dari parameter “people”.

Di luar itu, strategi yang harus dibangun adalah bagaimana menciptakan “empowerment” bagi para frontliner. Hampir sebagian besar frontliners tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengambil keputusan di luar hal-hal yang sudah tercantum dalam standar layanan. Keramahan memang penting dalam pelayanan, namun keramahan tidak akan berarti jika frontliner tidak mampu menangani hal-hal khusus atau luar biasa yang berbeda dengan rutinitas biasa.

Empowerment biasanya juga dibutuhkan pada saat terjadinya keluhan. Kemampuan service point dalam menyelesaikan keluhan dan menciptakan service recovery menjadi faktor pendorong apakah pelanggan puas atau tidak.


PENTINGNYA BERSIKAP PRO-AKTIF

Peran service pada produk-produk intangible, seperti asuransi, sangatlah penting. Berikut ulasan bagaimana Allianz mengusung konsep service quality-nya.

Ada tiga faktor penting yang menjadi kunci sukses produk asuransi Allianz bisa diterima para nasabah.

Pertama, customer focus, yakni mengenali betul apa ekspektasi pelanggan.

Kedua, delivery, yaitu kemampuan untuk memberikan produk dan service dengan baik melalui kesatuan konsep “customer service behaviour”.

Dan ketiga, effective process, yang bertujuan agar layanan tidak berbelit-belit, cepat, dan perangkatnya terus diinovasi (misalnya lewat SMS).

Jens Reisch, Presiden Direktur Allianz Life Indonesia mengungkapkan, service bagi Allianz menjadi aspek paling penting, mengingat produk yang ditawarkan bersifat intangible. Di sini, mereka harus bisa menumbuhkan unsur trust (kepercayaan) secara terus-menerus. Jika ada klaim, harus dideliver dan harus selalu menciptakan moment of truth. Karena begitu pentingnya arti service ini bagi Allianz, mereka harus bisa memberikan layanan yang melebihi ekspektasi pelanggan.

Yang juga menjadi perhatian penting Allianz adalah masalah klaim. Pada produk asuransi jiwa dan kesehatan, hal ini sangat emosional. Ketika terjadi klaim, SDM mereka harus mengerti kondisi yang dihadapi klien, yang biasanya berada dalam keadaan sedia karena musibah kecelakaan atau meninggal dunia. Disinilah Allianz harus menjaga komitmen untuk membayar klaim-klaim tersebut.



APAKAH SERVICE RECOVERY ITU ?

APAKAH SERVICE RECOVERY / PEMULIHAN LAYANAN ITU?

Pemulihan Layanan adalah layanan yang membuat pelanggan Anda kembali tersenyum setelah Anda menciptakan kekacauan. Permasalahan pelanggan Anda dapat terselesaikan hanya dalam waktu 60 detik atau kurang.

Sayangnya, hanya sedikit pemimpin perusahaan yang memahami Pemulihan Layanan. Jika mereka tidak mengetahuinya, apalagi pegawai mereka. Pemulihan Layanan penting bagi keberhasilan perusahaan mana pun sehingga CEO wajib memahami dan mempraktekkannya. Jika tidak, pelanggan tidak hanya akan lari, tetapi juga akan membawa pergi calon pelanggan lain yang mendengar berita ketidakpuasan atas perusahaan Anda.

Pemulihan Layanan lebih berguna dan bermakna daripada sekadar ucapan maaf. Pemulihan Layanan adalah alat untuk membina kesetiaan pelanggan, yang akan membawa kembali pelanggan yang akan beralih.

Pemulihan Layanan adalah langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki suatu kesalahan. Anda harus meminta maaf, bertanggung jawab atas kesalahan atau ketidaknyamanan, dan memberikan sesuatu yang bernilai pada pelanggan sebagai pengganti. Langkah-langkah itu menciptakan lingkungan yang membuat pelanggan merasa puas sehingga mereka akan menceritakan pada orang lain tentang apa yang Anda lakukan untuknya.

Meminta maaf memang baik. Akan tetapi, maaf saja tidak cukup kuat. Uang atau hadiah untuk pelanggan juga tidak berdampak untuk mencegah pelanggan lari. Apa pun yang Anda berikan pada pelanggan harus mempunyai nilai di mata pelanggan. Hal itu harus sangat kuat sehingga pelanggan tidak hanya melakukan transaksi dengan Anda,tapi juga menceritakan pada orang yang ia kenal tentang layanan Anda yang tidak mengecewakan.

Supaya berhasil, Pemulihan Layanan harus diterapkan oleh orang-orang di garis depan perusahaan Anda, yang lebih banyak berhubungan langsung dengan pelanggan dibandingkan karyawan lain. Karyawan itu harus memperoleh pelatihan tentang seni melayani pelanggan, serta diberi wewenang untuk mengambil keputusan yang akan membuat pelanggan puas dan setia. Mereka tidak perlu menunggu persetujuan dari manajer untuk melakukanya.

Kebijakan dan prosedur yang mendukung dan membantu Pemulihan Layanan harus di buat. Selama pelatihan Pemulihan Layanan, role play sangat membantu karyawan Anda. Mintalah mereka mempraktikkan cara meminta maaf dan menciptakan nilai lebih, dengan memberi pelanggan hadiah kecil, sebaiknya dalam bentuk produk. Mengeluarkan sedikit uang untuk mempertahankan seorang pelanggan lama jauh lebih murah dibandingkan promosi dan pemasaran untuk merangkul sejumlah pelanggan baru. Pemulihan Layanan adalah lem yang merekatkan pelanggan dan bisnis Anda.

Umumnya, karyawan akan berbohong untuk menutupi kesalahan mereka. Hanya sedikit yang merasa nyaman untuk bertanggung jawab atas masalah yang mereka timbulkan.Di sinilah pentingnya karyawan memperoleh pelatihan tentang Pemulihan Layanan dan diberi wewenang untuk memberi kompensasi kepada pelanggan. Mereka juga perlu mempunyai rasa percaya diri dan harga diri yang cukup untuk menerima tanggung jawab atas masalah itu dan meminta maaf secara tulus, serta memberikan sesuatu kepada pelanggan itu untuk meredakan kemarahan mereka.

Jika salah satu tujuan Anda adalah mengurangi banyaknya keluhan yang ditujukan pada perusahaan Anda, Pemulihan Layanan adalah senjata paling ampuh untuk mewujudkannya. Rencana Pemulihan Layanan yang efektif tidak hanya akan mengurangi keluhan, tetapi juga akan menghasilkan tanggapan positif dari pelanggan.

Beberapa Kiat Untuk
Pemulihan Layanan

  • Bertindak Cepat
  • Bertanggung Jawab
  • Memiliki Wewenang
  • Memberi Kompensasi

Bertindak Cepat

Karyawan pada titik-titik kontak adalah pelaksana terbaik Pemulihan Layanan.

Jangan melemparkan permasalahan dan keluhan karena alasan birokrasi.

Bertanggung Jawab

  • Bertanggung jawab tanpa melihat siapa yang salah.

  • Minta maaf secara tulus.

  • Jangan melemparkan kesalahan.

  • Berterima kasih pada pelanggan yang menunjukkan letak kesalahan.

Jangan berbohong dan berdalih untuk menutupi suatu kesalahan.

Jangan berfokus pada kesalahpahaman pelanggan.

Jangan melemparkan kesalahan ke karyawan lain atau perusahaan.

Memiliki Wewenang

  • Beri mereka yang berhubungan langsung dengan pelanggan wewenang mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kesetiaan pelanggan.
  • Pemberian wewenang adalah tulang punggung pemulihan layanan.
  • Katakan pada pelanggan bahwa Anda akan mengutamakan mereka.

Wewenang yang dibatasi oleh kebijakan Bukanlah wewenang yang sesungguhnya.

Memberi Kompensasi

Beri pelanggan sesuatu yang bernilai.

Setiap perusahaan mempunyai sesuatu yang bernilai untuk diberikan kepada pelanggan yang mengalami masalah.

Apa yang Anda hasilkan, jual, atau berikan sebagai layanan, yang tidak mahal bagi Anda tetapi bernilai di mata pelanggan, yang akan membuat mereka tersenyum bahagia ?

Pemulihan Layanan dapat mengubah pelanggan yang marah menjadi pelanggan yang Setia Seumur Hidup hanya dalam waktu 60 detik atau kurang.

KESIMPULANNYA : PEMULIHAN LAYANAN ADALAH LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKI SUATU KESALAHAN
SEMAKIN BESAR PERMASALAHAN, SEMAKIN TINGGI BIAYA YANG DITIMBULKANNYA.